[REVIEW ALBUM] LAST DINOSAURS : IN A MILLION YEARS (2012)

The Next Australian : ‘Two Door Cinema Club’ mungkin menjadi salah satu julukan untuk Last Dinosaurs, Indie-Rock asal Brisbane Australia, yang sukses dengan debut albumnya di tahun 2012 lalu lewat “In A Million Years”. Sebelumnya, Sean Caskey, Lachlan Caskey, Dan Koyama, dan Michael Sloane, mengeluarkan EP terlebih dahulu pada 2010 dengan tajuk “Back From the Dead”. Dengan di bantu Jean – Paul Fung, In A Million Years membawa Last Dinosaurs meraih peringkat 10 dalam Australian Top Debut di tahun 2012.

Pict from Official Website Last Dinosaurs
Picture from Official Website Last Dinosaurs : http://lastdinosaurs.com 

Di buka dengan lagu “Zoom”, Last Dinosaurs membuat pendengar teringat dengan lagu khas J-Pop atau Anime Soundtrack pada hampir keseluruhan lagu. Mungkin hal ini sedikit berhubungan dengan 3 dari 4 personil yang memiliki darah Jepang (Sean Caskey, Lachlan Caskey, Dan Koyama).  Nama Last Dinosaurs pun terinspirasi dari salah satu lagu milik grup asal Jepang – The Pillow. Bukan hanya pada lagu Zoom, pengaruh gaya musik tersebut terus berlanjut pada beberapa lagu karena mereka terinspirasi juga dari cerita Hayao Miyazaki seorang animator asal Jepang. Selain dari Hayao Miyazaki, Sean Caskey juga berperan dalam menalurkan inspirasi pada setiap liriknya yang sebagian besar bercerita tentang his ex-girlriend pada masa sekolah dulu. Tak aneh karena jika dilihat  lirik-liriknya cenderung melankolis namun tetap memiliki tempo melodi  dance-able. Lagu “Zoom” sendiri bercerita mengenai rasa antusias seseorang terhadap gadis. Selain itu, lirik yang tergambar pada bagian chorus juga menjelaskan tentang keinginannya akan hidup yang lebih bermakna, dengan tidak menjadi orang lain dan menjadi bagian dari “sejarah”.

“I Can’t Help You”, menjadi lagu kedua dengan Japanesse Effects cukup kuat pada bagian intro. Lagu ini seakan-akan menyempurnakan “potongan” pada trek “Zoom” dengan menambahkan jangly guitars yang membuat kontinuitas trek pertama dan kedua terdengar baik. Lirik “I Can’t Help You” lebih terdengar seperti sebuah nasihat  tentang semua hal di dunia ini yang tidak akan berjalan dengan selalu baik-baik saja dan dituntut untuk mengetahui apa saja yang terbaik untuk kita.

Musik Last Dinosaurs mulai nampak pada lagu “Sunday Night”, “Time & Place”, “Andy”, “Weekend” dan “Honolulu”. Pada lagu-lagu ini mungkin sedikit mengingatkan kita dengan perpaduan musik ala Two Door Cinema Club, The Strokes atau bahkan Phoenix. Belum lagi di tambah dengan Australian summer vibes effects dan tak lupa lirik super melankolis. Khusus pada lagu “Time & Place”, Sean cs mendedikasikan lagu tsb sebagai permintaan maaf tidak langsung untuk Nikola Tesla.

Selanjutnya, “Satellites” terdengar seperti Intro atau Outro atau mungkin Interlude – karena hampir di sepanjang lagunya hanya terdengar suara “kebisingan” instrumen saja. Meskipun bisa dibilang seperti Intro atau Outro pada sebuah album, lagu ini tetap disisipkan di tengah album, yaitu pada trek nomor 6.

“I Can’t Decide” menunjukan sisi yang lebih berat pada album ini. Terdengar tidak seperti khas Last Dinosaurs di lagu sebelumnya yang cenderung dance-able atau disco-beats. “I Can’t Decide” terasa sangat ­grungy dan lebih keras. Namun hal ini sedikit terobati pada lagu “Used to Be Mine” yang sedikit agak menurunkan gelombang keras ala “I Can’t Decide”.

Sebagai penutup, Last Dinosaurs menyuguhkan “Repair” yang menjadi lagu dengan lirik paling melankolis versi penulis. Di lansir dari laman AMBY, Gimme Your Answers : An Interview w/ Last Dinosaurs, mereka menyatakan lagu “Repair” menjadi lagu favorit dalam album ini.

“Repair, I remember the writing process for it. It came about a week before we went into the studio to record the album. To me it felt like the most organic song in terms of writing, we just kept playing and it felt like the song almost wrote itself, told us where to take it.”

Pict from Official Website Last Dinosaurs #1
Picture from Official Website Last Dinosaurs : http://lastdinosaurs.com 

“In A Million Years” berhasil menjadi album yang sangat menyenangkan dan menarik untuk di dengar. Dengan beberapa lagu yang terkesan mencampur-adukan gaya musik yang berbeda, Last Dinosaurs – dengan rapi menutupi “kesedihan” pada lirik-liriknya dengan alunan gitar yang sangat catchy. Last Dinosaurs seakan tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru dengan melakukan perubahan irama, instrumen secara drastis. Ini yang membuat mereka berbeda, dan layak untuk menjadikan mereka sebagai “part of history”.

Tracklist :

  1. Zoom
  2. I Can’t Help You
  3. Sunday Night
  4. Time & Place
  5. Andy
  6. Satellites
  7. Weekend
  8. I Can’t Decide
  9. Used to Be Mine
  10. Honolulu
  11. Repair

Favorite Tracks :

Zoom, Sunday Night, Repair, dan Andy.

 

Lihat Juga :

GIMME YOUR ANSWERS: AN INTERVIEW W/ LAST DINOSAURS, March 17, 2013.

http://amusicblogyea.com/2013/03/17/gimme-your-answers-an-interview-w-last-dinosaurs/

Bet You Didn’t Know : Last Dinosaurs, May 17, 2014.

http://www.svanapaper.com/bet-you-didnt-know-last-dinasours/

See ya!

 

 

 

Logo-Blogger-Perempuan-Network-round

 

 

One thought on “[REVIEW ALBUM] LAST DINOSAURS : IN A MILLION YEARS (2012)

Leave a comment